Pasar Splendid Malang, Pasar Rasa Taman dan Kebun Binatang


Sebagai kota besar, Malang dikenal sebagai surganya tempat belanja. Berbagai barang dagangan mudah dijumpai di kota ini. Mulai dari yang tradisional hingga moderen pun ada. Jajaran pertokoan dan gedung - gedung perbelanjaan (Mall) semakin hari kian bertambah. Di sisi lain aktifitas di pasar tradisional tidak kalah ramainya hingga sekarang. Uniknya di Kota ini terdapat pasar tematik yang cukup menarik perhatian. Seperti Pasar Wilis yang khusus menjual buku dan Pasar Comboran yang menjadi pusat jual beli barang bekas (loak). Salain dua pasar tersebut, ada satu pasar tematik lagi yang juga cukup terkenal. 

Orang Malang tentu sangat akrab dengan tempat ini. Namanya Pasar Splendid, Pasar unik yang khusus menjual bunga, burung dan ikan hias. Selain sebagai tempat jual beli, Splendid menawarkan pengalaman lain. Kios pedagang bunga yang tersusun bak taman serta suasana pasar burung yang meriah sangat layak dijadikan alternatif wisata urban. Pungunjungnya pun selalu membludak. Banyak yang datang dari luar kota, bahkan sesekali terlihat turis asing yang berseliweran. 

Lokasi Pasar Splendid ini berada persis di tengah jantung Kota Malang. Sehingga memudahkan pengunjung untuk menemukannya. Jika sahabat dari stasiun baru Malang bisa langsung menuju ke arah Alun - Alun Tugu Malag, dilanjutkan jalan kaki ke arah barat, maka sudah sampai di lokasi. 

Sejarah Berdirinya Pasar Splendid
Pasar Splendid diperkirakan berdiri sejak tahun 1960-an. Awalnya hanya tempat berkumpul para pedagang burung. Tidak ada perencanaan khusus untuk membangun pasar. Namun semakin hari peminatnya terus bertambah. Kemudian terbentuklah komunitas besar yang akhirnya lebih dikenal sebagai pasar khusus burung.  Pada tahun 1967 Pasar ini direlokasi ke daerah Comboran oleh Pemerintah Kota Malang. Namun kembali dipindahkan ke lokasi aslinya di Jl. Brawijaya pada tahun 1993. Kerana semakin tertata dan ramai, pada tahun 2000-an ditambahlah devisi pasar bunga dan tanaman. Lokasinya terpisah, namun masih dalam satu kawasan. 

Menurut penuturan beberapa pedagang, penamaan pasar ini diambil dari nama  hotel Splendid Inn. Tempat penginapan tertua di Kota Malang yang lokasinya hanya beberapa meter saja dari pasar ini. Untuk memudahkan dalam pencarian masyarakat menamainya dengan Pasar Splendid.

Susana Taman di Pasar Bunga Splendid  
Rabu Pagi (14/02/17) keinginan untuk ke Pasar Splendid akhirnya terlaksana. Kunjungan ini saya mulai dari Pasar Bunga terlebih dulu. Lokasinya berseberangan dengan masjid besar Ahmad Yani. Suasana Jl. Brawijaya sisi utara pagi itu lebih ramai dari biasanya. Mungkin juga bertepatan dengan hari kasih sayang, sehingga permintaan bunga meningkat. Jalan ini menjadi bagian depan pasar, disamping kanan dan kirinya berjajar kios - kios bunga. Disinilah tempat yang menyediakan jasa perangkaian bunga untuk berbagai kebutuhan. Bisa untuk keperluan ucapan duka cita, ucapan romantis atau keperluan bisnis.


Dari tempat parkir, saya menyebrangi jalan kecil itu. Bergegas menuju gapura pasar di seberangnya. Bagian dalam pasar bunga ini tidak tampak seperti pasar pada umumnya. Penataan yang rapi dengan kombinasi aneka bunga dan tumbuhan sangat nyaman dipandang. Pantaslah kalau lokasi ini sering dijadikan spot andalan pecinta fotografi. Suasananya lebih mirip taman yang dibuat untuk jual beli.


Warna hijau mendominasi setiap sudut pasar ini. Sekat pembatas antara kios satu dengan yang lainnya pun sulit terlihat. Semua seperti menyatu dengan barang dagangannya. Warna - warni bunga disusun sedemikian rupa sehingga memudahkan pembeli. Aneka macam bunga dijual disini. Seperti bunga Asoka, Melati, Mawar, Adenium, Dahlia, Jepun, Safron dan masih banyak lagi. Namun yang paling banyak dicari adalah Anggrek. Anggrek memiliki banyak jenis dan variasinya. Harganya mulai dari puluhan ribu hingga jutaan. 

Meskipun branding-nya pasar bunga, tapi tidak hanya bunga saja yang dijual. Bermacam tanaman non bunga juga turut dijajakan. Sahabat bisa dengan mudah menemukan tanaman obat (toga / apotek hidup) dan tanaman buah - buahan. Peralatan dan bahan penunjangnya pun juga disediakan. Seperti aneka pot berbagai ukuran dan variasi, pupuk, kompos, bibit dan lain sebagainya. 




Saya tidak bosan - bosan mengelilingi pasar ini. Setiap sudutnya menawarkan pemandangan yang berbeda. Meskipun tidak terlulu luas, saya yakin pengunjung yang datang merasa puas. Saya sempat menjumpai salah satu spot keren. Sepertinya spot berbentuk pintu ala taman tersebut sengaja didesain manarik untuk berfoto.


Layaknya sebuah pasar kegiatan tawar - menawar pun kerap terdengar. Namun begitu suasananya relatif tenang. Para pedagannya juga ramah, sesekali terlihat sedang asik berbagi pengetahuan dengan pengunjung. Koleksi yang lengkap dan penataan yang rapi menjadi andalan pasar ini. Pohon - pohon besar disekelilingnya yang teduh juga menambah nyaman. Sungguh tempat ini sangat menarik untuk dikunjungi. 

Kebun Binatang ala Pasar Burung Splendid
Dari lokasi pasar bunga, saya cukup berjalan sekitar 50 meter ke selatan. Ya kunjungan saya lanjutkan ke Pasar Burung. Suasananya jauh berbeda, di pasar burung terbesar se-Malang Raya ini sangat riuh. Lalu lalang orang dan kegiatan transaksi jual beli cukup meriah pagi itu. Pasar burung ini berada di sepanjang Jl. Brawijaya bagian selatan. Dari pintu gerbang sampai tembus Jl. Majapahit panjangnya sekitar 200 meter. Disitulah berdiri kios - kios yang menjual aneka spesies burung dan perlengkapannya. 


Beberapa saat setelah menelusuri pasar ini, saya seperti berada di kebun binatang mini. Ternyata tidak hanya burung saja yang dijual. Ada hewan lain yang juga diperjualkan meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak. Diantaranya Marmut, Kelinci, Ayam Cemani, Kucing, Anjing, Monyet, Musang, Biawak dan Bulus. Pantas lah jika sebagaian orang ada yang menyebutnya dengan pasar hewan.


Suara kicauan burung terdengar di setiap sudut. Sejauh mata memandang pun terlihat jajaran sangkar dengan aneka warna - warni burung didalamnya. Bagi pecinta burung, tentu ini adalah tempat yang paling diburu. Kios - kios saling berhimpit dan berhadapan memenuhi sepanjang jalan. Memanjakan para pengunjungnya dengan kebutuhan yang super lengkap. Mulai dari pakan, kandang, sangkar, obat - obatan dan semua perlengkapan untuk memelihara burung.


Pedagannya tidak hanya berada di kios atau toko saja. Sebagaian ada yang berjualan di luarnya. Kabarnya jumlah semua pedagang disini lebih dari lima ratusan. Saya menjumpai banyak spesies burung disini. Mulai dari yang terkenal bahkan sampai yang langka ada. Beberapa jenis burung yang saya jumpai diantaranya Kenari, Jalak, Cucak Rowo, Cucak Ijo, Podang, Kolibri, Murai, Pelatuk, Pipit dan masih banyak lagi. Namun yang paling menyenangkan ketika melihat burung hantu. Pedagang burung hantu ini seperti sudah langganan kiosnya dijadikan spot foto. Itu karena sebagian koleksinya (burung hantu) ditaruh diluar kandang. Lucunya burung unik tersebut tidak panik ketika difoto atau ada pengunjung yang mendekatinya.


Seperti cuaca, tren spesies burung pun juga ada musimnya. Misanlnya untuk diakhir tahun trennya burung jenis lovebird. Maka harga burung ini akan mengalami kenaikan. Nanti di pertengahan atau di akhir tahun trennya bisa saja berganti. Inilah salah satu yang mempengaruhi harga burung. Sedangkan untuk jenis burung yang lagka, harganya relatif stabil. Berbicara soal harga, di pasar splendid ini sangat relatif. Mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah. Akhirnya kemampuan negosiasi dan pengetahuan tentang burung pun juga sangat penting untuk menawar harga.



Di ujung Pasar Burung Splendid terdapat sebuah jembatan yang menghubungkan dengan Jl. Majapahit. Di bawahnya mengalir Sungai Brantas yang membelah kota Malang. Suasana diatas jembatan tersebut malah lebih ramai. Beberapa pedagang berjualan di tepinya. Akses ini cukup untuk dilewati motor tapi sangat tidak rekomendasi. Akan lebih nyaman mana kala dengan berjalan kaki melihat koleksi burung yang dijual disana. Jika dilihat dari topografinya, Pasar Splendid ini memang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS). Sungai ini juga yang melewati Kampung Biru Arema, Kampung Warna - Warni Jodipan, dan Kampung Tridi yang terkenal itu. 

Pasar Ikan Hias Splendid 
Selesai menikmati Pasar Burung, saya ingin langsung beranjak pulang. Menelusuri kembali jalan yang sudah terlewati. Namun ada semacam gapura kecil membuat penasaran. Misi saya kala itu memang harus tuntas menjelajahi setiap sudup Pasar Splendid. Tidak disangka, masih ada satu bagian pasar yang hampir terlewati. Itu adalah Pasar Ikan Hias yang cukup menarik dikunjungi. Puluhan kios berjajar menempati lokasi tersendiri. Displai akuarium dipajang dimana - mana. Seperti Pasar Bunga dan Pasar Burung, barang dagangan di Pasar Ikan  Hias ini juga lengkap. Tidak hanya ikan hias, tapi juga mencakup peralatan pendukungnya. 


Ikan hias yang dijual disini terdiri dari jenis air tawar dan air laut. Bukan rahasia lagi, bahwa Pasar ini terkenal super murah. Mulai dari seribu rupiah ada. Tapi untuk jenis tertentu hanganya bisa mencapai jutaan. Sekali lagi keterampilan menawar juga perlu dipelajari untuk memperoleh harga yang cocok.

Warna - warni ikan hias akan memanjakan setiap mata para pengunjung. Belum lagi suguahan beberapa dekorasi akuarium yang unik seakan berlomba menunjukan yang paling cantik dilihat. ¬Berbgai. Berbagai spesies ikan dipertontonkan dengan indah. Bagi yang baru mulai hobi ikan, tempat ini sangatlah rekomendasi. Banyak pilihan ikan yang ditawarkan, bagi yang awam tentu membuat bingung. Tapi jangan kawatir, pedagang disini sangat baik hati untuk berbagi ilmu. 

Pengalaman berkunjung ke Pasar Splendid ini sangat mengesankan bagi saya. Sebuah pasar tematik yang tidak hanya sebagai tempat jualan tapi juga layak dijadikan alternatif wisata. Banyak yang bisa dinikmati, bahkan bisa diaplikasikan untuk kegiatan edukasi. Kedepannya pasti akan ada inovasi baru dari tempat keren di Malang ini. 

Share:

“Slametan Nduduk Pondasi”, Tentang Tradisi Orang Jawa ketika Membangun Rumah


Pagi - pagi sekali saya kedatangan orang atur - atur (mengundang untuk suatu keperluan). Ketika melihat jam dinding ternyata masih pukul enam. “Sakniki Mas Nggeh, Kajate Slametan Nduduk Pondasi” ungkapnya memberi penjelasan. Ya, pagi itu juga saya diminta untuk menghadiri acara slametan.

Slametan atau selamatan adalah tradisi yang paling sering dilakukan masyarakat Jawa. Pada Prakteknya slametan dilakukan dengan cara mengundang beberapa tetangga dan kerabat. Kemudian berkumpul dan melakukan doa bersama. Diakhiri dengan makan bersama dan membawa berkat (bingkisan makanan) untuk dibawa pulang. Tujuan utama dari slametan adalah mendapat keselamatan dan perlindungan dari Tuhan Semesta Alam. Slametan juga merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan rasa syukur.

Bagi masyarakat Jawa slametan selalu dilakukan hampir disemua kejadian. Mulai dari kelahiran, kematian, khitanan, pernikahan, terkait perayaan Islam, menyambut hari atau bulan tertentu, bersih desa, membeli kendaraan, membuat rumah, dan tentu saja masih banyak lagi.

Kebetulan hari itu libur akhir pekan. Pak Nani sedang punya hajat membangun rumah. Lebih tepatnya masih tahap awal yaitu membuat pondasi. Prosesi ini sering disebut dengan istilah “Nduduk Pondasi”. Nduduk memiliki arti “menggali”, maksudnya menggali tanah untuk keperluan pondasi. Ada tradisi khas yang selalu dilakukan orang – orang di Dusun Ngembong (Kab. Tulungagung), ketika membuat pondasi. Seperti masyarakat jawa pada umumnya, mereka mengawalinya dengan slametan.

Saya pun bergegas menuju rumah yang punya hajat. Ikut srawung (berbaur) dengan tetangga dengan kehidupan sosialnya yang khas. Ketika saya datang, ruangan sudah penuh. Ada sekitar sepuluh orang yang sudah hadir. Mereka duduk bersila mengelilingi berkat dan beberapa properti untuk keperluan slametan. Slametan seperti ini memang skalanya lebih kecil. Undangannya pun hanya untuk tetangga dekat saja.

Suasana acara slametan setelah selesai doa
Disetiap slametan nduduk pondasi ini biasanya ada beberapa makanan dan properti khusus. Mungkin sebagian orang memaknainya sebagai sesajen. Padahal bukan itu masksudnya. Ada banyak hal tersirat yang ingin disampaikan lewat simbol makanan atau properti tersebut. Ya banyak sekali petuah - petuah luhur Jawa yang tersembunyi dibaliknya.

Lalu apa saja yang biasanya dihidangkan dalam slametan ini ?
  • Jenang Sengkolo adalah bubur beras yang ditengahnya diberi gula merah. Sesui namanya, digunakan sebagai perlambangan tolak bala.
  • Sego Gureh adalah nasi putih yang memiliki rasa gurih karena dimasak dengan santan kelapa. Nasi menjadi simbol kehidupan dan kesejahteraan.
  • Lodho (ingkung) adalah masakan ayam utuh yang hanya diambil isi perutnya. Ini melambangkan keutuhan wujud, maksudnya segala harapan dan keinginan bisa terwujud atau tercapai.
  • Pala Kependem adalah semua jenis umbi - umbian yang termasuk didalamnya telo rambat, suweg, bote, ganyong, uwi, dan lainnya. Jika dilihat dari kenyataannya, polo kependem merupakan sebuah akar dari tumbuhan. Analogi akar erat kaitannya fondasi rumah yang terpendam (kependem).
  • Gedang Rojo (Pisang Raja) dipilih karena kata “gedang” memiliki pelafalan yang dekat dengan kata “padang” (terang). Sehingga diharapkan segala prosesi yang dijalankan menjadi terang 

Tentu tidak hanya empat diatas, masih beberapa yang belum saya tuliskan. Yang pasti ada banyak hal yang harus dipelajari untuk menafsirkan simbol - simbol tradisi tersebut. Butuh banyak informasi untuk diinformasikan ulang pada generasi selanjutnya.

Acara pagi itu dipimpin salah seorang sesepuh. Dimulai dari sambutan, dan penjelasan maksud diadakannya slametan. Kemudian berlanjut pembacaan beberapa surat pendek Al-Qur’an bersama - sama. Untuk acara slametan seperti ini bacaanya tidak terlalu panjang. Sebagai puncaknya doa bersama pun dilakukan dengan penuh kekhusyukan.

Selesei doa, dua orang bergegas membagi berkat. Sego gureh dan ayam lodho dibagikan sama rata. Termasuk dengan jajanan khas slametan seperti jongkong dan apem. Berkat berasaal dari kata barokah (arab), diharapkan menjadi sebuah berkah bagi yang memakannya. Berkat ini nantinya dibawa pulang oleh masing - masing undangan.

Berkat slametan yang terdiri dari sego gureh, ayam lodho, geneman, telor, dan jajanan sslametan
Inilah yang menjadi salah satu kebahagiaan anak kecil di desa. Mereka akan antusias menanti berkat yang dibawa ayahnya sepulang dari slametan. Meskipun sederhana berkat menjadi sesuatu yang paling ditunggu - tunggu.

Selain berkat, juga ada nasi rames untuk dimakan bersama - sama usai acara slametan. Tak ketinggalan segelas kopi dan teh menjadi pelengkap jamuan. Suasana hangat pun tercipta. Kami saling bercengkrama membahas kabar masing - masing. Topik tentang sawah menjadi hal utama, karena kami memang tinggal dipedesaan.

Selesei acara slametan orang - orang akan kerumah masing - masing. Tapi sebagian ada yang balik lagi kerumah yang punya hajat untuk “sambatan”. Sambatan ini adalah istilah gotong royong. Para tetangga ini akan suka rela memberikan bantuan tenaga. Durasinya mungkin tidak lama atau malah terkesan simbolis, tapi cukup membantu tukang dalam proses pengerjaan pondasi.

Kebahagiaan ketika pulang membawa berkat hasil slametan
Begitulah harmonisnya kehidupan sosial di desa. Tentang slametan ini tentu saja ada pelajaran yang dapat dipetik. Kebersamaan (Jamaah) adalah mutlak diperlukan manusia sebagai makhluk sosial. Slametan juga mengajarkan untuk berbagi (sodaqoh) kepada sesama. Puncaknya slametan mengajarkan kita untuk selalau mengingat Tuhan dalam melakukan semua hal. Baik itu sebelum maupun sesudah. Karena sejatinya kehidupan hanya bersumber dari Tuhan Yang Maha Segalanya. 
Share:

Akhir Tahun di Pantai Goa Cina


Suatau hari di Bulan Desember seorang sahabat menghubungi saya. Lewat percakapan pesan singkat, ia mengutarakan keinginannya untuk berkunjung ke Malang Selatan. Sebagai seorang pendatang, ia tertarik untuk mengenal tempat wisata di sekitarnya. Lantas meminta saya menemani kunjungan perdananya tersebut.

Kami sepakat memilih penghujung akhir tahun sebagai waktu berkunjung (31/12/2017). Dengan konsekuensi mungkin terkena imbas macet panjang. Tidak ada perencanaan yang matang. Semua mengalir begitu saja. Bahkan tujuaan perjalanan ini belum ditentukan ketika akan berangkat. 

“Yang penting pantai, Kamu yang lebih tahu”, ucapnya pada saya  pagi itu. Seketika saya dipaksa menentukan. Tidak mudah, mengingat ini pengalaman pertamanya. Jadi pilihannya harus yang terbaik.

Malang selatan memang dikenal memiliki garis pantai yang panjang. Dari barat ke timur ada sekitar seratusan pantai – pantai ternama. Dan tentu saja belum semua sempat saya singgahi. Hanya empat pantai saja yang sudah, itu adalah Pantai Balekambang, Pantai Nganteb, Pantai Gatra dan PantaiTiga Warna.

Cukup lama saya berjibaku dengan ponsel. Mencari referensi yang paling cocok. Memilih satu dari sekian banyak daftar pantai yang semuanya menarik. Dari sekian banyak pantai yang ada, pilihannya jatuh pada pantai Goa Cina. Ini juga akan menjadi pengalaman pertama saya menginjakkan kaki di pantai itu.

Pukul 9 pagi kami berangkat dari pusat kota. Mengambil rute Gadang, Bululawang  dan Gondanglegi. Dengan tujuan akhir Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Benar saja efek libur akhir tahun membuat jalanan lebih padat. Beruntung kami menggunakan motor, sehingga cukup leluasa menembus riuhnya kendaraan.

Memasuki wilayah pegunungan, Jalannya semakin sempit dan berkelok - kelok. Bonus pemandangan alam hijau segera menyertai kami. Namun harus tetap waspada. Karena ada sebagian jalan curam yang menantang. Sesekali kami juga melintasi sungai berbatu dengan airnya yang jernih. Menembus hutan, dan menyaksikan langsung sawah berundak tersusun rapi.

Pemandangan Perbukitan di Sekitar JLS Malang
Hampir 2 jam lamanya kami menempuh perjalanan. Akhirnya sampai juga di Jalur Lintas Selatan (JLS) Malang. JLS adalah mega proyek yang akan menghubungkun semua kota yang ada di selatan Jawa. Di Kabupaten Malang sendiri sudah rampung sekitar 24 kilometer. Menghubungkan wilayah Balekambang dan Sendangbiru yang dulu aksesnya sangat sulit.

Hari sudah siang ketika kami melintasi JLS. Kami pun memutuskan menepi dari badan jalan. Pilihannya adalah sebuah warung sederhana. Menyantap nasi pecel menjadi ritual yang menyenangkan siang itu. Saat puncak libur seperti ini banyak dijumpai pedagang dadakan. Tidak hanya warung saja, pedagang buah dan sempol (cilok) juga turut memeriahkan pesta libur akhir tahun ini.
Suasana Jalur Lintas Selatan Malang 

Beranjak dari istirahat, perjalanan berlanjut. Motor kembali kami pacu melintasi bukit – bukit hijau nan eksotis. Sebelum sampai ke pantai Goa Cina ada lokasi pantai lain yang kami lewati. Jumlahnya cukup banyak. Diantaranya Pantai Nganteb, Pantai Ngudel, Pantai Batu Bengkung dan berlanjut melewati jembatan lengkung bajul mati yang terkenal itu.

Pukul 11.27 kami tiba di Dusun Tumpak Awu, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang (Jawa Timur). Lokasi dimana Pantai Goa Cina berada. Sebuah gapura besar berarsitektur cina di seberang jalan menjadi petunjuk yang jelas. Dari gapura tersebut masih ada 1,4 km jalan yang harus ditempuh. Sebagian besar sudah beraspal, hanya saja masih ada sebagian lagi yang berupa makadam.

Memasuki pos, motor kami diberhentikan. Dari bilik loket petugas mengeluarkan tiga lembar karcis masuk. Semuanya harus ditebus dengan uang tiga puluh ribu rupiah. Dengan rincian karcis masuk seharga Rp.10.000,- per orang dan uang parkir sebesar Rp.10.000,- per motor. Disisi lain kami melihat antrian motor dan mobil pribadi yang mengular.

Mengapa dinamai pantai Goa Cina ?
Ini mungkin sedikit aneh. Mengingat lokasinya berada di Malang. Nama tempat ini sebenarnya adalah pantai “Rowo Indah”. Ceritanya bermula pada tahun 1950-an. Ada seorang biksu (etnis cina) yang bertapa di sebuah goa di sekitar pantai tersebut. Kemudian ia meninggal tanpa diketahui penyebabnya. Ketika ditemukan, yang tersisa hanya tulang belulangnya saja, dengan sebuah mangkok dan tulisan mandarin di langit - langit goa. Hingga akhirnya goa tersebut dikenal dengan sebutan Goa Cina. Nama “Goa Cina” pun lebih populer dan menggeser nama pantai “Rowo Indah”.


Untuk masuk ke dalam goa, pengunjung harus menaiki tangga terlebih dulu

Petualangan sebenarnya baru dimulai. Dari pintu parkir kami bergegas keluar. Mengikuti jalan yang membawa kami tepat disebelah bukit. Riuh orang mengantri sudah memenuhi bagian tangga bukit tersebut. Mereka rela berdesakan demi melihat rupa goa diatas sana.

Pantai Goa Cina memiliki garis pantai sepanjang 800 meter. Saya membaginya menjadi dua, bagian barat dan timur. Keduanya dipisahkan oleh sebuah bukit karang yang menjorok ke laut. Jika dilihat dari atas (google maps) bukit tersebut seperti tepat berada di tengah lokasi pantai. Di atas bukit itulah lokasi goa cina berada. Bukit ini sebenarnya adalah sebuah pulau yang letaknya sangat dekat dengan daratan.

Area untuk mendirikan tenda terasa nyaman karena dinaungi pepohonan 

Meski matahari sedang berada dipuncaknya. Suasana teduh nan nyaman menjadi kesan pertama kami. Itu karena adanya pohon – pohon besar yang menaungi area pantai. Di bawah pohon tersebut pengunjung memanfaatkannya untuk bersantai dengan menggelar tikar. Ada juga yang mendirikan tenda. Seseorang menawarkan harga sewa tenda Rp. 150.000,- per malam pada kami. Harganya mungkin lebih murah jika tidak bertepatan dengan libur akhir tahun.

Mengeksplorasi Bagian Barat
Kami kembali berjalan menuju sisi barat. Hamparan pasir putih memanjang sukses membius penglihatan kami. Seketika lelah karena perjalanan sirna begitu saja. Bagian pasir putihnya yang luas seakan cukup untuk menampung ledakan pengunjung kala itu.

Air lautnya bening, dengan warna hijau toska menawan. Namun jika siang datang, kondisinya berubah. Air menjadi pasang, lebih tinggi dari kondisi waktu pagi. Seperti ciri khas pantai selatan lainnya, ombak disini sangat besar. Papan pengumuman dilarang berenang ditempel di beberapa sudut. Meskipun begitu banyak yang nekat melanggar.

Tidak henti - hentinya saya berdecak kagum. Pantai ini seperti indah dilihat dari sisi manapun. Sayangnya siang itu langit berubah gelap. Hujan turun dan memaksa kami berteduh di gubuk beratap daun itu.

Sisi bagian barat Pantai Goa Cina kala siang hari saat mendung 
Pemandangan salah satu bukit di Pinggir Pantai ( Bagian Barat Pantai Goa Cina )
Meskipun hujan, hasrat untuk menikmati pantai tetap membara
Foto diambil dari ujung barat pantai Goa Cina
Tebing di sisi paling barat pantai Goa Cina berbatasan langsung dengan pantai Watu Leter

Karena semakin deras, kami pun segera beralih. Tidak jauh dari pantai terdapat warung - warung berjajar rapi. Di situlah kami melanjutkan berteduh. Suasana santai sangat terasa, mungkin karena adanya kepulan asap ikan bakar yang nikmat itu. Akhirnya kami memilih bercengkrama dan menyeruput secangkir kopi sembari menunggu hujan reda. 

Tidak hanya warung, disini juga tersedia fasilitas yang lengkap. Seperti toilet umum, camping ground, dan tentunya mushola (tempat ibadah).

Pukul 2 siang hujan berhenti. Meskipun masih sedikit mendung, tapi tidak menyurutkan semangat kami. Eksplorasi kembali berlanjut. Disekitar pantai kami menemui aneka hewan laut. Sementar melongok keatas terlihat bukit karang hijau dengan gubuk dibawahnya cukup menarik untuk difoto. Kabarnya karena keindahannya inilah, lokasi ini sering digunakan sebagai spot foto pernikahan.

Blusukan di Atas Bukit
Kami menyusuri setiap jengkal pasir putihnya yang panjang itu. Di ujung barat ini kami mendapati sebuah jalan setapak menuju bukit. Dari  depan tampak bagus, dengan pavingnya menembus rerimbunan pohon. Rasa penasaran kami samakin memuncak. Satu persatu anak tangga kami lewati. Sayangnya fasilitas jalan berpaving belum selesai sampai diatas. Masih ada separo lebih yang berupa tanah. 


Sisa hujan beberapa menit yang lalu membuat jalan menjadi licin. Tantangannya bertambah dengan kemiringan jalan. Malah dibeberapa bagian terlihat sangat vertikal. Salah sedikit bisa terpeleset. Yang lebih berbahaya adalah batu - batu tumpul disekitar jalan kecil tersebut.

Karena nekat salah satu dari kami terpeleset hingga dua kali. Beruntung tidak terjadi masalah serius. Hanya saja celana bagian atas dipenuhi tanah lumpur. Untuk melanjutkan saya melepas alas kaki. Kemudian aktif mencari pegangan batang pohon untuk samapai keatas. Tentu jika tidak hujan tidak akan sesulit ini.

Panorama Pantai Goa Cina dari Ketinggian 

Belum sampai di puncak saya menengok kearah timur. Sungguh tidak sia - sia perjalanan ini. Sisi lain pantai goa cina kami dapati dari ketinggian. Dari celah dedaunan pemandangan pantai seakan bertambah indah berkali - kali lipat. Dari atas bukit ini pula kami tahu, bahwa kami berdiri diatas perbatasan antara pantai goa cina dan pantai watu leter. Pantai watu leter pun juga terlihat mengagumkan dari atas sini.
   
Menjelajahi Sisi sebelah Timur
Selepas naik bukit kami segera turun. Kemudian napak tilas dengan jejak kami sebelumnya. Sisi sebelah timur belum kami jamah. Sementara waktu berlalu begitu cepatnya.

Mengambil posisi start dari bukit goa cina, kami menelusuri setiap jengkal sisi timur ini. 

Panoramanya berbeda dengan sisi sebelah barat. Bebatuan eksotis lebih mendominasi mata pandang. Batu - batu karang tersebut menjadi pembatas antara daratan dan lautan. Sebagian besar berwarna coklat dan hijau lumut. Ukurannya bervariasi, bentuknya pun unik. Terdapat juga lubang - lubang di bebatuan karang yang dimanfaatkan anak - anak untuk bermain.

Memandangi pulau karang bersama pasangan
Seorang anak bermain - main dengan bebatuan karang
Fokus pada ombak yang lebih mirip Tsunami 

Menariknya di depan pantai kita bisa menyaksikan panorama pulau - pulau karang. Ya ada beberapa pulau dan batu karang besar yang letaknya cukup dekat dengan pantai. Yang terbesar adalah Pulau Goa Cina, Pulau Bantengan dan Pulau Nyonya. Semuanya di tumbuhi pepohonan hijau yang lebat.

Suara gemuruh ombak terdengar hampir setiap waktu. Itu kareana pengaruh arus gelombang yang bertemu dari arah timur, barat, dan selatan. Arus gelombang tersebut saling menghantam diantara Pulau Bantengan dan Pulau Nyonya. Semakin sore suara gelombang yang dihasilkan semakin keras. Maka tidak heran jika tidak ada prahu nelayan bersliweran di area tersebut.

Jika sahabat punya waktu luang, sangat disarankan untuk bisa menginap. Kabarnya, meskipun berada di selatan, dari Pantai Goa Cina kita dapat melihat keindahan matahari terbit. Bermalam diatas pasir dengan suara gemuruh ombak akan menjadi pengalaman menarik. Satu lagi, jika hari masih pagi air biasanya surut. Jadi bisa menyebrang ke pulau - pulau terdekat. Kemudian menikmati jernihnya air bersama awan biru cerah.

Menikmati Pantai Goa Cina dari Balik Pepohonan

Karena hari semakin sore, kami pun kembali keatas. Duduk sejenak diatas bangunan semen yang memanjang di tepian pantai. Sambil mengamati luasnya bagian timur pantai. Dari jauh terlihat dominasi batuan karang sedikit berkurang. Ya hari ini kami belum selesai menyentuh ujung paling timur pantai goa cina. Lain waktu kami pasti kembali, dengan persiapan yang lebih matang.

Tempat bersantai paling nyaman, duduk dan memandangi deburan ombak selatan

Ada satu hal yang membuat kami tidak nyaman. Masih saja kami dapati sampah dan sisa makanan yang mengganggu dibeberapa titik. Secuil harapan dari kami untuk ciptaan indah Tuhan yang satu ini. Semoga lebih banyak lagi orang yang sadar akan kebersihan. Tidak hanya datang untuk bersenang - senang, tapi bertanggung jawab dengan menjaga kelestarian alam. Terakir, kami mengajak siapa saja untuk membuang sampah pada tempatnya. Dimanapun dan kapanpun.








Share:

Cara Liburan Murah ke Bali Ala Backpacker

Sumber:flickr.com - KembaraAlam (Pantai Kelan)
Meskipun Bali sudah umum dijadikan tujuan berlibur oleh banyak orang, tapi berlibur ke Bali tetap saja meng-asyik-an. Dengan puluhan destinasi wisata yang tersedia di Bali, sepertinya tidak cukup satu atau dua kali untuk mengunjungi Bali. Bahka sekarang Bali semakin gencar membuka destinasi wisata baru.

Bagi sahabat yang pernah ke Bali, pasti sudah tahu berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk pergi ke sana? Memang tidak murah, tapi ada satu cara berlibur tanpa harus mengeluarkan banyak biaya, yakni berlibur ala backpacker.

Ya, berlibur ala backpacker selain murah, juga banyak menawarkan pengalaman seru. Tips pertama untuk berlibur ala backpacker adalah mencari tiket yang murah. Tidak harus jalur darat, kini banyak maskapai penerbangan yang menawarkan tiket promo pesawat ke Bali. Dari sini lah perjalanan backpacker sahabat dimulai.

Meskipun tiket promo ke Bali sudah di tangan, tak serta merta sahabat bisa langsung ke sana, ada beberapa hal yang harus sahabat siapkan. Untuk memudahkan, berikut adalah beberapa tips yang bisa sahabat jadikan pegangan selama berlibur ala backpacker.



Pemilahan Dana
sumber:rislah.com
Jadi, ada baiknya sahabat sudah memilah dana atau budget sahabat sebelum berangkat berlibur. Sebagai contoh, pisahkan budget untuk transportasi, makan, tiket masuk wisata, dan lain-lain. Fungsi dari pemilahan dana ini untuk mengurangi resiko uang habis karena kebutuhan yang tidak penting. Demi keamanan, sangat disarankan untuk tidak membawa uang tunai secara berlebihan. Sebagai gantinya sahabat bisa memanfaatkan ATM yang cukup banyak tersedia di Bali.

Pemilihan Waktu yang Tepat
Memang berlibur bisa kapan saja, tapi dengan pemilihan waktu yang tepat, liburan sahabat akan sangat menyenangkan. Bayangkan jika sahabat memilih liburan saat akhir pekan atau musim liburan. Selain harga tiket yang pasti mahal, banyaknya wisatawan yang berkunjung pasti mengurangi kenyamanan sahabat.

Cobalah berlibur di hari kerja karena harga penginapan dan tiket masuk destinasi wisata pasti akan lebih murah. Dan di hari-hari tersebut, banyak maskapai yang menawarkan tiket promo pesawat ke Bali. Tentunya tidak semua ya bisa berlibur bebas harinya mau kapan saja, mungkin bisa mengatur jadwal cuti menjadi libur panjang.

Cari Penginapan Dengan Harga Murah
Sekarang ini sudah banyak penginapan di Bali khusus buat para Backpacker. Cobalah untuk mencari penginapan di sekitar Jalan Poppie Lane dan Jalan Legian, di sana merupakan kawasan yang terkenal dengan penginapan murahnya. Harga sewa kamar mulai dari 100 ribu sampai 350 ribu. Harga sewa tersebut bisa jadi lebih murah lagi jika sahabat menyewanya untuk 3 hari berturut-turut. 

sumber:monostel.com
Sewa Motor
Tips yang satu tak kalah pentingnya, mengingat destinasi wisata di Pulau Dewata ini banyak jumlahnya, selain memudahkan untuk berkunjung dari satu tempat ke tempat lain, dengan menyewa motor sahabat juga bisa menghemat budget.  Seperti halnya menyewa kamar, harga sewa sepeda motor juga bisa murah jika sahabat menyewa selama beberapa hari.


Pemilihan Destinasi Wisata
sumber:pixabay.com (Pantai Kuta)
Karena tujuan kali ini berlibur dengan biaya yang murah, pilihan destinasi wisata yang tepat juga masuk dalam list yang wajib sahabat siapkan. Destinasi wisata yang saling berdekatan adalah pilihan yang tepat, karena dengan begitu tidak banyak dana yang sahabat keluarkan untuk berpindah-pindah destinasi. Bagi sahabat yang suka pantai, disarankan untuk berkeliling Bali bagian Selatan, karena di sanalah berjejer pantai-pantai menarik dan juga tempat yang cocok untuk menikmati sunset terbaik.

Itu adalah beberapa tips yang harus sahabat persiapkan sebelum mencoba liburan ala backpacker ke Bali. Tentu saja selain persiapan yang matang, perlu juga memnyipkan kondisi tubuh yang sehat dan bugar. Agar selama perjalanannya nanti, bisa menikmati waktu liburan lebih maksimal. Jalajahi keindahan alam Nusantara dan temukan pengalaman terbaik sahabat. Selamat Berlibur


Share:

Daftar Tempat Wisata di Tulungagung (Edisi Terlengkap)


Tulungagung adalah salah satu kabupaten di wilayah selatan provinsi Jawa Timur. Berada di 154 km barat daya Kota Surabaya. Tulungagung memiliki keindahan topografi yang memikat. Wilayah barat laut berupa datran tinggi bagian dari gunung Wilis (Liman.) Di bagian tengah adalah dataran rendah yang menjadi pusat pemukian dan pemerintahan. Sedangkan untuk wilayah selatan adalah dataran tinggi yang masuk dalam pegunungan selatan. Sekaligus menjadi benteng yang menghadap langsung samudra Indonesia. Wilayah selatan Tulungagung juga dikenal sebagai penghasil marmer terbesar di Indonesia. Bahkan hasil kreatifitas marmer dari Tulungagung ini sudah diakui secara Internasional.

Keindahan alam yang memikat sepertinya menjadi anugrah kota marmer ini. Sejak beberapa tahun terakir, tempat - tempat yang memiliki keindahan alam mulai banyak dikenal masyarakat luas. Warga Tulungagung sendiri sebagian besar juga mulai sadar akan sumber daya alamnya. Sebagian dari mereka bahkan sudah membentuk pokdarwis (kelompok sadar wisata) untuk mengelola pariwisata secara profesional. 

Tulungagung memiliki paket wisata yang cukup lengkap. Wisata alam menjadi andalan utamanya. Jajaran pantai selatan, gunung, goa, air terjun, hutan, telaga dan wisata alam lainnya semakin popular seiring dengan perkembangan informasi digital. Tidak hanya wisata alam, Tulungagung juga memiliki wisata sejarah, wista agro, wista edukasi dan tentu saja wisata budaya yang beraneka ragam. Kedepan kami yakin potensi pariwisata di Tulungagung akan semakin berkembang. Redaksi Ombonejagad mencoba mengumpulkan informasi terlengkap tentang keindahan Tulungagung. Semua kami rangkum dalam beberapa sub bagian untuk memudahkan penyajian data. Kami terus melakukan petualangan dan men dokumentasikannya melalui ombonejagad.com . Berikut ini daftar terlengkap dan terbaru tentang wisata di Tulungagung.


Daftar Wisata Pantai di Tulungagung
1. Pantai Nglarap
Foto by @mas_hartanto
Pantai Nglarab merupakan pantai yang berada di bagaian paling barat Kab. Tulungagung. Aksesnya mengikuti jalur JLS, namun untuk sampai ditujuan sebagian jalannya masih berupa tanah. Keindahan pantai ini masih banyak yang belum terungkap. Warna pasirnya coklat gelap, memanjang indah menghadap timur. Di pantai Nglrap suasananya cenderung sepi, cocok untuk berpetualang. Ada juga sebuah telaga yang berada didekat pantai dengan airnya yang menawan. Lokasi Pantai Nglarab berada di Kecamatan Besuki. 

 2. Pantai Klatak 
Pantai Klatak sangat identik dengan keberadaan batu - batu kali, hal inilah yang menjadi pembeda dengan pantai - pantai lain di Tulungagung. Jika terkena ombak batu - batu kali tersebut saling berbenturan dan mengeluarkan bunyi “Klatak”. Konon karena hal tersebut cikal bakal dari penamaan pantai berbatu kali ini. Lokasinya masih disekitaran teluk popoh, lebih tepatnya berada di Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung. Selengkapnya baca disini

3. Pantai Gemah 
Pantai Gemah adalah salah satu destinasi wisata pantai yang paling banyak dikunjungi di Tulungagung. Aksesnya yang didukung Jalur Lintas Selatan (JLS) memudahkan pengunjung yang akan datang. Pantainya berwarna coklat kehitaman dengan luas hampir satu kilometer. Fasilitas dipantai gemah cukup banyak, diantaranya penyewaan mobil ATV, Motor Cross, Flying Fox, Banana Boot, Perahu untuk berlayar dan arena bermain lainnya. Pantai ini berada disekitaran teluk popoh dan menghadap arah timur. Sehingga memungkinkan bisa melihat matahari terbit (sunrise) kala pagi hari. Lokasi berada di Kecamatan Besuki, Tulungagung. Selengkapnya baca disini

4. Pantai Bayem 
Pantai Bayem ini tetangga dekat Pantai Gemah. Masih diseputaran teluk popoh Tulungagung. Yang terkenal dari pantai ini adalah pohon cemaranya yang rimbun disekitar pantai. Ada juga warung - warung yang asik buat santai disana. Meskipun malam hari aktifitas dipantai ini tetap ramai. Lokasi di Kecamtan Besuki

5. Pantai Sidem 
Pantai sidem berda persis di tengah teluk popoh, menghadap langsung  ke arah selatan samudra hindia. Garis pantainya memanjang namun terpisah menjadi dua bagian Karena adanya sungai ditengahnya. Di sebelah barat terdapat tambak yang cukup luas. Terdapat pohon nanas dan semak liar di pasirnya yang berwarna kecoklatan. Pantai di sebelah barat adalah tempat yang paling romantis. Sepi dan bebas memandang laut lepas. Semantara di sebelah timur adalah perkampungan nelayan yang padat penduduk. Kehidupan sederhana khas pesisir sangat terasa di sidem. Ada masjid yang berdiri tepat di pinggir pantai. Sebelahnya berdiri warung - warung makan yang menawarkan menu andalan khas Tulungagungan. Selengkapnya baca disini

6. Pantai Popoh 
Hampir semua orang Tulungagung pasti pernah mendengarnya. Bahkan tidak sedikit yang memiliki kenagan masa kecil di tempat tersebut. Popoh adalah pantai pertama yang secara khusus dibangun dengan segala fasilitas lengkapnya. Dulu tempat ini adalah salah satu referensi utama ketika berkunjung ke Tulungagung. “Belum ke Tulungagung kalau belum ke Popoh” ungkapan tersebut menjadi slogan kuat hingga sekarang. Tidak hanya sebagai tempat wisata, tetapi juga budaya dan sejarah panjang yang sangat asik untuk ditelusuri. Ada pantai dengan batu dan pohon pohon besarnya yang rimbun, Ada aktifitas nelayan dan tempat pelelangan ikanya. Lokasinya sekiatar 35 km arah selatan Kota Tulungagung, tepatnya di Kecamatan Besuki. Selengkapnya baca disini

7. Spot Laut Bebas (Popoh)
Foto dari : Pendik Saputro
Spot Laut Bebas ini menjadi primadona manakala berkunjung ke Pantai Popoh. Untuk sampai disana harus ditempuh dengan jalan kaki melewati semak - semak liar. Medannya pun tentu juga naik turun.  Lokasinya berada di sisi timur pantai Popoh. Laut bebas menawarkan keindahan menikmati laut lepas tanpa batas. Perpaduan pepohonan, batu besar dan laut sangat menyenangkan untuk dinikmati. Panorama tebing karang menyerupai payung atau jamur menjadi andalan spot ini. Ada juga yang menyebutnya dengan  tebing trepes. Hantaman ombak besar khas pantai selatan pun sering beraktrasi ditepian tebing karang. Membuat siapapun yang datang betah berlama - lama disini.

8. Pasanggrahan  Madya Nirwana
Pasanggrahan Madya Nirwana adalah tempat ditepian laut yang biasanya dikunjungi orang tertentu untuk bersemedi. Disana juga terdapat bangunan yang digunakan untuk pelarungan abu (kremasi). Spot ini masih berada di kawasan pantai Popoh. Aksesnya berada tepat di depan patung reco pentung. Kemudian harus menempuh anak tangga naik turun untuk sampai di lokasi utama. Meskipun terkesan angker pemandangan disana sangat menkjubkan. Ada goa batu yang eksotis dan pemandangan laut lepas yang menawan.

9. Pantai Coro  
Pantai Coro adalah panati berpasir putih eksotis yang terletak disebelah timur pantai Popoh. Medan yang harus ditempuh untuk pantai ini cukup menantang. Pengunjung harus berjalan kakai sejauh 1 kilometer menembus hutan untuk sampai di antai ini. Keindahannya sungguh mengagumkan. Suasana sunyi dengan deburan ombak besar membuat siapapun betah berlama - lama disana. Lokasi Dusun Garbo, Kecamatan Besuki. Selengkapnya baca disini 

10. Tebing Banyu Mulok 
Keunikan Banyu Mulok sebenarnya ada pada ombaknya yang besar. Ombak tersebut akan menghantam kokohnya dinding tebing. Hingga airnya sampai naik dan menyembur ke atas. Mungkin karena hal itulah asal dari penamaan Banyu Mulok didapat. Dalam bahasa Jawa kata Banyu Mulok bermakna air yang naik keatas. Kalau beruntung sahabat juga bisa melihat indahnya pelangi kecil dari bias cahaya karena air yang menghantam tebing. Tempat dengan padang rumputnya yang luas ini sangat asik untuk dijelajahi. baca selengkapnya disini

11. Pantai Dadap 

Foto dari : Galih Prihan
Pantai Dadap adalah salah satu pantai tersembunyi di Tulungagung. Berada di sebelah timur spot tebing Banyu Mulok. Tepatnya di Ds. Gerbo, Kecamatan Besuki. Aksesnya lumayan sulit. Pantai berukuran mungil ini berpasir putih bersih menghadap arah selatan. Meskipun tidak terlalu luas kenyamanan di pantai ini sangat terasa. Sepi dan hanya ditemani deburan ombak adalah hal yang akan ditemui disini. Kabarnya disini juga terdapat air terjun kecil yang menawan. Untuk sampai ditempat ini, sahabat bisa mengambil rute Pantai Popoh. Selanjutnya parkir motor di depan Reco Sewu dan melakukan jalan kaki. Sebelum sampai kesini sahabat akan melewati pantai coro dan spot banyu mulok. Jalan kaki menempuh lebih dari 1 km adalah hal wajib yang harus dilakukan. 

12. Pantai Semanten
Foto dari : Dian Hocky
Pantai Semanten adalah pantai cantik yang aksesnya cukup sulit. Berkunjung kesini butuh jiwa petualang. Namun semua akan terbayar lunas dengan keindahan panoramanya. Pasirnya super bersih dan tidak terlalu luas. Menjadikan tempat ini sangat layak untuk tujuan camping. Untuk sampai kesini akses termudah bisa ditempuh dari jalur menuju pantai Dadap. Ini karena pantai ini berada persis disebelah timur pantai Dapap. Lokasi berada di Ds. Besole, Kecamatan Besuki. 

13. Pantai Ngepor 
Foto dari : Sutris Sadewa
Pantai Ngepor ini letaknya sangat tersembunyi. Rutenya tidaklah mudah, hanya ada jalan setapak yang membelah hutan. Karakteristiknya berpasir putih dan tidak terlalu luas. Kebersihan dan keindahan panoramanya tentu sangat terjaga.  Pantai Ngepor berada di sebelah timur Pantai Semanten. Secara administratif  pantai ini bagian dari Desa Besole, Kecamatan Besuki.

14. Tebing Omben Banteng 
foto by : @candraAE
Tebing Omben Banteng adalah sebuah batuan karang besar yang menghadap laut lepas. Penamaan tempat ini mungkin terinspirasi dari adanya batu besar menyerupai hewan banteng. Yang tetap berdiri kokoh diterjang ombak - ombak dasyat pantai selatan. Jangan ditanya pemandangan disekitar tebing Omben Banteng ini, pasti mengagumkan. Lokasi : Desa Wonokoyo, Kecamatan Tanggunggunung. Foto by :@candraAe 

15. Pantai Semrawang 

Pantai Semrawang adalah bagian dari pantai - pantai tersembunyi di Tulungagung. Di sekitar pantai ini didominasi rerimbunan tanaman yang menawan. Pasirnya berwarna putih dengan air lautnya yag biru memukau. Jika beruntung sahabat bisa melihat penyu berukuran besar disini. Pantai Semrawang berada di Kecamatan Tanggunggunung aksesnya bisa lewat pantai Brumbun. 

16. Pantai Sambung 
Pantai Sambung menawarkan pengalaman petualangan yang menyenangkan untuk bisa sampai disana. Pantai ini juga termasuk pantai tersembunyi, aksesnya lumayan sulit. Pantai yang kecil mungil ini menghadap tepat arah timur. Menjadikan tempat ini sangat cocok untuk menikmati matahari terbit. Lokasi berada di teluk brumbun, lebih tepatnya di Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung. Jika ingin berkunjung kesana, motor harus dititipkan di Pantai Brumbun, selanjutnya perjalanan ditempuh dengan jalan kaki.

17 .Pantai Anyat 
Foto by Youtha Dave 
Tidak banyak yang tahu tentang keindahan tempat ini. Pantai seluas 100 meter ini memiliki pasir putih kecoklatan yang masih sangat terjaga. Posisinya menghadap ke timur laut. Membentuk sebuah teluk kecil yang diapit dua tebing. Di pantai ini juga terdapat sungai yang alirannya langsung menuju laut. Pantai Anyat bisa ditempuh melalaui jalur yang ada di Pantai Brumbun. Lokasi berada di Kecamatan Tanggunggunung

18. Tebing Pancing 
Spot Tebing Pancing merupakan batuan karang besar yang menjadi pembatas antara daratan dan lautan. Sesui namanya mungkin tempat ini adalah faforitnya para mancing mania. Menikmati keindahan cakrawala laut dari spot ini adalah pilihan terbaik. Lokasinya masih berada di kawasan teluk brumbun Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung. Namun jangan berharap bisa mudah untuk mencapai tempai ini. Karena aksesnya hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki. Tebing ini bersembunyi dibalik semak liar dan ladang warga.

19. Pantai Sawahan Ombo 
Pantai Sawahan Ombo ini namanya mulai banyak dikenal. Memiliki pasir putih dan spot alami yang menarik untuk dinikmati. Ombaknya cenderung tenang dan airnya yang kebiruan masih sangat bersih. Pepohonan hijau yang teduh disekitar pantai menjadi ciri khas tersendiri pantai ini. Lokasinya berada di Dusun Brumbun, Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung. Tepatnya satu kilometer di sebelah barat Pantai Brumbun.

20. Pantai Brumbun 

Pantai Brumbun ini tepat berada di bagian tengah teluk brumbun. Menjadi akses utama pantai lain yang berada di sekitarnya. Kita akan disuguhkan panorama pantai yang menakjubkan dari atas bukit saat menempuhnya. Akses menuju pantai ini sudah mulai diperbaiki, jalannya sebagian sudah dicor. Pantai Brumbun juga bagian dari perkampungan kecil nelayan. Banyak hasil laut yang dijual seperti lopster, ikan tongkol, ikan kakap dan lainya. Menurut beberpa keterangan nelayan setempat dasar laut disekitaran teluk brumbun juga memiliki pesona yang indah, ini sangat memungkinkan untuk lokasi diving. Bermain di pinggiran pantai dan menyaksikan perahu bersandar di pohon - pohon kelapa menjadi hal yang menarik untuk dicoba di tempat ini. Lokasi berada di Pantai Sawahan Ombo ini namanya mulai banyak dikenal. Memiliki pasir putih dan spot alami yang menarik untuk dinikmati. Ombaknya cenderung tenang dan airnya yang kebiruan masih sangat bersih. Pepohonan hijau yang teduh disekitar pantai menjadi ciri khas tersendiri pantai ini. Lokasinya berada di Dusun Brumbun, Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung. Sekitar 24 Km dari pusat kota Tulungagung

21. Pantai Gerangan / Nggerangan
Foto dari : @alfinorriffqi
Panti Gerangan (Nggerangan) adalah salah satu pantai di Tulungagung yang namanya sudah lama dikenal. Namun tidak banyak informasi tentang pantai ini. Lokasinya berada di Dusun Wonokoyo, Desa Ngrejo, Kecamtan Tanggunggunung. Tepatnya peris disebelah timur pantai Brumbun. Aksesnya bisa ditempuh dengan menggunakan motor. Sekitar 24 Km dari pusat kota Tulungagung. Pantai Gerangan memiliki luas pantai kuarang lebih 100 meter. Uniknya pantai ini memiliki dua warna pasir yang berbeda, pasir putih dan hitam. Ombak di Pantai Gerangan tidak begitu besar, jadi aman untuk berenang disana. Pohon – pohon besar nan rimbun memenuhi sebagian besar wilayah pantai. Membuat suasana teduh semakin terasa. Di bagian ujung pantai ini juga terdapat muara kecil yang indah. Untuk menikmatinya bisa sekalian mampir di warung – warung sederhana milik penduduk. Ya di Pantai Gerangan juga bagain dari perkampungan kecil nelayan. Maka tidak heren jika banyak ditemukan prahu - prahu yang bersandar mana kala sahabat berkunjung disana. Namun suasananya relative lebih sepi dan nyaman jika disbanding dengan tetangganya pantai Brumbun.


22. Pantai Putihan / Pantai Wedi Putih
Foto dari : Indro Sembodo
Pantai Wedi Putih dikenal juga dengan nama Pantai Putihan. Sesuai namanya pantai ini memiliki warna pasir yang putih  dengan tekstur lembut. Merupakan bagian dari pantai yang berada di sisi timur teluk brumbun kabupaten Tulungagung. Secara administratif masuk wilayah Kecamatan Tanggunggunung. Aksesnya bisa ditempuh melalui jalur menuju Pantai Brumbun, kemudian parkir disana. Selanjutnya perjalanan hanya bisa dilakukan dengan jalan kaki. Sesampainya disana panorama elok seolah membius mata. Wedi Putih ini memiliki garis pantai sepanjang 50 meter dengan ombaknya yang tenang. Sekelilingnya adalah pepohonan dan semak belukar yang masih liar. Pantai super bersih ini sangat nyaman dan sepi.

23. Pantai Wedi Ireng 
Foto dari : Indro Sembodo
Pantai Wedi Ireng adalah salah satu pantai di Kabupaten Tulungagung dengan ciri khas tersendiri. Seluruh warna pasirnya berwarna hitam pekat. Lokasinya berada di Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung. Aksesnya bisa ditempuh melalui Pantai Wedi Putih dengan berjalan kaki. Seperti yang sudah diuraikan, motor hanya bisa sampai di Pantai Gerangan. Pantai Wedi Ireng ini diapit dua bukit di kedua sisinya. Bukit disebelah timur merupakan ladang jagung. Sementara di bagian tengah pantai merupakan area lapang yang menghadap laut lepas. Disi kiri terdapat sebuah muara yang mengalirkan air langsung ke laut. Menikmati pantai ini dibutuhkan perjuangan ekstra. Namun semua akan indah manakala sahabat bisa berhasil sampai di pantai berpasir hitam ini.

24. Pantai Wedi Ciut  

24. Pantai Branjang 

25. Pantai Sinep 

26. Pantai Sioro 

27. Pantai Silangkap 

28. Panati Godeg 
 
29. Segoro Alas 

30. Tebing Pereng Waru 

31. Pantai Segladak / Pantai Gladak 

32. Pantai Kali Pucung 

33. Pantai Jung Pakis 

34. Pantai Patuk Gebang 

35. Pantai Sanggar 

36. Pantai Ngalur 

37. Pulau Watu Lawang 

38. Tebing W 

40. Pantai Sine 

41. Pantai Dlodo 

42. Pantai Pucang Sawit 

43. Pantai Gowok 


44. Pantai Salapan / Glogok 


45. Pantai Kedung Tumpang 


46. Pantai Kelinci / Pantai Blabak


47. Pantai Lumbung 


48. Pantai Pacar 


49. Pantai Molang 

Daftar Wisata Alam di Tulungagung
    1. Air Terjun Kali Mas dan Watu Gedong

    2. Air Terjun Jurang Senggani

    3. Air Terjun Kenteng Rejeng

    4. Air Terjun Kromo / Coban Kromo
    5. Air Terjun Sarang Awan
    6. Air Terjun Tejo / Curug Tejo  
    8. Air Terjun Pandaan Wangi
    9. Air Terjun Lawean  
    10. Air Terjun Alas Kandung  
    11. Air Terjun Ngoro / Coban Ngoro
    12. Air Terjun Pandan Wangi   
    13. Air Terjun Parang Kikis
    14. Kedung Tritis / Kedung Dawuhan
    15. Telaga Ngambal
    16. Telaga Buret
    17. Telaga Sumberece
    18. Telaga Winong
    19. Telaga Banyu Urep
    20. Trowongan Niyama
    21. Bukit Jomblo
    22. Bukit Dondong
    23. Nyawangan Park
    24. Bumi Perkemahan Buper Magersari
    25. Gunung Budeg
    26. Gunung Bolo
    27. Ranugumbolo
    28. Tumpak Bledek
    29. Bukit Tumpak Celeng
    30. Gardu Pandang Sedayugunung
    31. Watu Payung Tulungagung
    32. Bukit Puthuk Krebet Tulungagung
    33. Perkebunan Teh Penampihan
    34. Pesanggrahan Argowilis Sendang
    35. Agrowisata Kebun Blimbing
    36. Taman Alun - Alun Tulungagung
    37. Taman Kali Ngrowo
    38. Taman Hutan Kota Ketanon
    39. Kampung Susu Dinasty
    40. Kampung Tani
    41. Waduk Wonorejo

    Daftar Candi di Tulungagung
    1. Candi Dadi
    2. Candi Gayatri
    3. Candi Meja
    4. Candi Sanggrahan / Candi Cungkup
    5. Candi Penampihan
    6. Candi Miri Gambar
    7. Candi Ngampel
    8. Candi Tuban
    9. Candi Nilosuwarno
    10. Candi Omben Jago
    11. Candi Asmoro Banging
    12. Goa Rondo Kuning


    Daftar Wisata Sejarah di Tulungagung
    1. Museum Wajakensis Tulungagung
    2. Padepokan Reco Sewu / Reco Penthung
    3. Kompleks Makam Bedalem Besuki
    4. Situs Kanigoro
    5. Situs Lawadan Campurdarat
    6. Situs Mbah Bodho
    7. Situs Makam Ngadirogo
    8. Situs Gembrong
    9. Situs Makam Ki Ageng Sangguruh
    10. Situs Makam Soka
    11. Situs Punden Gedong
    12. Situs Kucur Songo
    13. Situs Pelataran SD Sidorejo
    14. Situs Watu Garit
    15. Situs Alas Kebutan
    16. Situs Song Gentong
    17. Situs Punden Tulis
    18. Situs Lemah Duwur
    19. Situs Makam Mbah Minjo
    20. Situs Makam Wisma Praloyo
    21. Situs Makam Petung Ulung
    22. Situs Makam Setono Gedong
    23. Situs Makam Sunan Kuning
    24. Situs Kuburan Wangi
    25. Situs Makam Sri Gading
    26. Situs Nglempung
    27. Bangunan Cemenung / Bukit Cemenung






    Share: