Showing posts with label INSPIRASI. Show all posts
Showing posts with label INSPIRASI. Show all posts

Tuesday, September 5, 2017

Pembuat Barongan dan Keris dari Dusun Ngembong

Ada secerca harapan yang saya tangkap dari dusun kecil tercinta ini. Namanya Mas Ali Sodik (30), anak muda yang menaruh minat pada kearifan budaya Jawa. Khususnya dalam hal pembuatan benda seni dan pusaka. Dari belajar secara otodidak, ia sudah menghasilkan beberapa karya bernilai seni tinggi. Beberapa diantaranya seperti barongan dan keris sukses membuat saya takjub.


Pagi itu (1/8/17) saya bertandang ke rumah Mas Ali di Dusun Ngembong, Desa Bulus, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung. Tujuannya tentu melihat lebih dekat Mas Ali berkreasi. Di Dusun Ngembong ini juga terkenal dengan industri kerajinannya. Meskipun masih sekala rumahan namun produk yang dihasilkan layak untuk diperhitungkan. Produk seperti anyaman bambu dan sangkar burung dari Dusun ini sudah dikenal masyarakat luas. Maka tak heran jika para pengrajin handal (seniman) lahir dari tempat ini.

Mengintip Proses Pembuatan Barongan
Dari teras rumah sederhananya kala itu, sudah nampak kesibukan. Seperti biasa Mas Ali larut dalam keseriusan menyelesaikan buah karyanya. Ketika saya datang, segera ia menghentikan semua aktifitasnya. Menyambut penuh ramah, dan mempersilahkan saya melihat dari dekat proses pembuatan barongan.

Barongan adalah topeng berbentuk kepala naga yang terbuat dari kayu. Bagian mulutnya bisa digerakan, jika mengatup maka keluar bunyi keras. Barongan diperankan sebagai tokoh antagonis, berkuasa, dan menakutkan. Produk seni khas jawa ini bisa didapati pada seni pertunjukan jaranan. Barongan memegang peranan penting karena menjadi inti cerita seni pertunjukan jaranan. Cukup satu orang untuk memainkannya. Barongan akan semakin menarik kala pemainnya kerasukan makhluk halus.  

Ketertarikan Mas Ali pada pertunjukan Barongan menantang kreatifitasnya. Empat tahun yang lalu ia memberanikan diri membuat barongan. Ia menuturkan awalnya hanya bermodal mengamati dan kesungguhan. Bahkan hanya menggunakan peralatan dan bahan baku seadanya. Satu persatu karya ia hasilkan dengan penuh ketelatenan. Membuat barongan itu harus multi talenta. Setidaknya harus punya keterampilan dasar melukis dan memahat. Yang lebih penting lagi tentu jiwa seni yang tinggi.

Proses pembutan barongan kurang lebih tujuh hari. Tergantung kerumitan ukiran pada topeng kayu tersebut. Semakin rumit semakin lama. Tentu saja juga semakin tinggi nilai jualnya. Tahap pertama adalah mempersiapkan bahan baku berupa kayu. Uniknya Mas Ali hanya menggunakan kayu dari pohon yang tumbang secara alami. Seperti tumbang diterjang angin, Lapuk akibat faktor usia pohon, atau sisa penebangan imbas pembangunan jalan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada alam. Filosofi ini ia pegang teguh dan sering ia kampanyekan. Baginya berkarya tidak hanya untuk kepentingan manusia. Berkarya juga wajib selaras dengan alam.




Bahan baku utama barongan adalah kayu berbentuk tabung. Dari kayu tersebut kemudian dibuatlah sketsa dasar. Tahap ini butuh imajinasi dan kepekaan bentuk seni tiga dimensi. Setelah selesai berlanjut pada proses membuat ukiran. Dengan bantuan tatah (peralatan ukir) ia mulai mengerjakan tahap demi tahap. Semuanya dikerjakan manual mengandalkan keterampilan tangan. 

Dan pagi itu saya ikut melakukan proses pengecatan. Beberapa cat warna – warni sudah disiapkan lengakap dengan kuasnya. Proses pengecatan pada kepala barongan sudah hampir selesai. Mas Ali melanjutkan dengan melukis bagian jamang. Jamang adalah bagaian belakang kepala barongan bentuknya lebih mirip gunungan pada wayang. Bahannya dari kulit binatang namun bisa juga dengan kulit sintetis yang lebih murah.

“Membuat karya seni itu harus dengan hati, supaya bisa diterima oleh hati” ucapnya pada saya sembari menuruskan melukis. Karya Barongan Mas Ali ini sudah banyak dimiliki beberapa grup kesenian jaranan lokal. Bahkan yang terbaru peminatnya sudah luar daerah. Harga dari barongan yang termurah berkisar tiga juta rupiah. Untuk ukuran yang lebih besar mungkin lebih mahal lagi. Saya mencoba memainkan barongan yang sudah jadi. Cukup berat untuk mengangkatnya, tapi ini adalah pengalaman berkesan untuk saya.

Kerajinan Keris yang Berkelas
Bakat seni keterampilan Mas Ali juga menghasilkan keris. Benda yang tidak hanya dijadikan senjata adat, tetapi lebih pada pusaka oleh suku Jawa. Dulu pusaka ini hanya dimiliki oleh kalangan tertentu. Raja dan Bangsawan ternamalah yang berhak memilikinya. Keris adalah simbol kekuasaan. Seseorang yang memegang keris dianggap memiliki jiwa kepemimpinan yang karismatik. 

Bagi Mas Ali membuat keris adalah kebanggaan tersendiri. Jumlah pengerajin keris memang jarang ditemui. Meskipun kepopuleran keris masih langgeng dari generasi ke genarasi. Butuh lebih banyak lagi pengerajin keris. Semua itu untuk keberlanjutan masa depan keris sebagai benda pusaka khas.


Keris umumnya memang berbahan logam seperti baja. Namun sebagai pusaka ada juga yang dibuat dari bahan kayu tertentu. Mas Ali sendiri lebih banyak menggunakan bahan yang full kayu. Bukan kayu sembarangan, ia hanya memilih jenis yang teruji kualitasnya. Dan tentu saja masih dengan filosofinya tentang alam. Salah satu yang ia pilih adalah kayu stigi. Kayu yang terkenal dengan daya magis dan memiliki segudang kelebihan. Untuk mengetes keaslian kayu stigi, biasanya harus dimasukan kedalam air. Yang unik kayu stigi ini langsung tenggelam, seperti memiliki berat layaknya logam. Kabarnya jenis kayu ini sulit untuk dicari. 


Dari bahan berkualitas tersebut Mas Ali membuat keris dengan cita rasa seni tinggi. Lekukan - lekukan khas penuh makna tercipta pada karyanya tersebut. Jenis Majapahitan dan Sunan Kalijaga menjadi ragam yang paling banyak ia kerjakan. Semua bisa dilihat dari bentuk dan ukiran pada gagang dan sarung keris. Sama seperti barongan, semakin banyak detail ukiran semakin banyak pula ketelatenan yang dibutuhkan. Semua akan terbayar lunas dengan hasil karya yang berkelas. Sebuah karya seni berwujud pusaka yang menjadi kebanggaan.

Melestarikan budaya bukanlah perkara mudah di zaman yang serba dinamis ini. Para pelestari pun umumnya sudah berusia lanjut. Ini karena proses pewarisan budaya sering terbentur perubahan zaman. Budaya dianggap sudah ketinggalan zaman. Padahal banyak yang dapat diambil untuk dipelajari. Lebih jauh lagi budaya adalah identitas suatu bangsa. Maka menjaga dan meneruskannya adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar.
Dari Mas Ali saya mendapat pelajaran yang begitu berharga. Kecintaan pada budaya dan kearifan hidup bersama alam. Tentang berkarya dengan hati dan hasil karya yang bisa menyentuh semua hati. Dan tentu saja pengalaman berharga melihat langsung pelestarian budaya penuh makna.

Catatan :
  •  Sahabat bisa membeli atau memesan barongan dan keris secara langsung maupun online dengan menghubungi  082381602100
  • Sahabat bisa mengunjungi langsung tempat pembuatan kerajinan Barongan dan Keris di rumah Mas Ali. Lokasinya di Dusun Ngembong, (RT.1 / RW.1 | No.1) Ds. Bulus, Kec. Bandung, Kab. Tulungagung, Jawa Timur. Buka setiap hari mulai pukul 8 pagi ( Kecuali Hari Libur )





Share:

Monday, November 14, 2016

Food Warrior, Komunitasnya Pejuang Industri Kuliner Indie Malang


Malang yang terkenal sebagai kota destinasi pendidikan dan wisata ini memiliki banyak pelaku industri kreatif. Secara geografis kota ini memang keren, berada di sisi selatan jawa Malang memiliki aset - aset wisata alam yang super lengkap seperti gunung, pantai, air terjun, dan masih banyak lagi. Belum lagi musium - musium dan taman kota yang setiap tahunya terus bertambah menjadikan kota ini sebagai tempat idaman para wisatawan. Banyaknya kampus -kampus besar yang terkenal juga menjadikan kota ini sebagai  kota pendidikan. Dua faktor itulah yang mungkin banyak melahirkan para pelaku industri kreatif di kota Malang, salah satu contohnya industri di bidang kuliner. 

Bicara tentang industri kuliner di kota Malang memang tidak pernah ada bosannya untuk di perbincangkan. Menjamurnya cafĂ© dan resto di setiap sudut kota dengan konsep dan arsitektur yang kreatif menjadi salah satu bukti betapa dasyatnya perkembangan industri kuliner di Malang. Arek - arek Malang yang terkenal dengan kreatifitasnya pun juga selalu aktif untuk membuat inovasi - inovasi kuliner yang tampil lain dari pada yang lain. 

Tren positif ini juga dibarengi dengan munculnya brand - brand kuliner indie Malang seperti : 

Waroeng Jobo Omah, Kauri Khitchen, Mamaci’s Khitchen, Jank Jank Wings, Kedaishi, Kalampoki, Kuy, DW Coffe, Bunch Bead, Ling-Lig, Saboten, Toas Story, dan Rachel Risol

Mereka tampil dengan kuliner berciri khas Ngalam (Malang) namun dengan konsep dan desain yang lebih kekinian. Tentu akan lebih baik lagi kalau pelaku usaha kuliner kreatif ini bisa saling bekerja sama, bareng - bareng menduniakan malang lewat kuliner. Kabar baiknya adalah berangkat dari kesamaan visi para pelaku indutri kuliner kuntuk menjadikan kuliner indie Malang semakin berkembang maka dibentuklah komunitas “Food Warrior”. Komunitas ini diharapkan menjadi wadah untuk menyambung ikatan tali persaudaraan antara pelaku usaha kuliner di Malang. 

Peresmian Komunitas Food Warrior
Berawal dari tiga belas brand kuliner indie ternama  komunitas “Food Warrior” secara resmi dideklarasikan. Minggu, 13 November 2016 bertempat di markas besar Telkomsel Malang dengan mengundang beberapa media, para anggota “Food Warrior” menggelar jumpa pers sekaligus acara launching komunitas tersebut. Dukungan dari Telkomsel juga memberikan angin segar, beberapa event komunitas sebelah seperti “kick fest” yang juga di sponsori perusahaan plat merah ini selalu sukses digelar. Tak ketinggalan komunitas media yang hadir seperti blogger, perwakilan radio,dan media masa lainya tidak bisa dianggap remeh. Media menjadi ujung tombak untuk mempublikasikan setiap informasi yang selalu up to date. 
Foto Para Blogger dan Media Patner Lainnya 
Calon Anggota Food Warrior 

Para Anggota Food Warrior
Dalam acara tersebut salah satu pentolan komunitas “Food Warrior” mengungkapkan bahwa pemilihan nama warrior terinspirasi dari tokoh yang memiliki karakter semangat juang dan pantang menyerah. Semangat yang juga dibutuhkan untuk mengembangkan suatu usaha kususnya dibidang kuliner. Lalu apa saja program kerja yang akan diusung oleh komunitas Food Warrior ? nanntinya komunitas ini akan menggelar event – event rutin seperti bazar, Pelatihan, dan kegiatan sosial lain yang tidak hanya fokus pada profit tetapi juga kebermanfaatan kususnya bagi kota Malang itu sendiri. Komunitas ini juga membuka kesempatan bagi pelaku uasaha kuliner indie malang lainya yang ingin bergabung. Terus syarat dan ketentuanya bagaimana untuk bergabung ? Tidak ada ketentuan formal, bagi yang ingin bergabung cukup langsung menemui owner brand - brand yang sudah disebutkan diatas, Gratis tis tanpa bayar. Mereka akan selalu ramah untuk bekerjasama dan mau menerima anggota baru. 

akun resmi instagram --> @forfoodwarrior 

Komunitas “Food Warrior” juga sangat terbuka untuk bekerjasama dengan indutri kretif lain yang memungkinkan untuk dikolaborasikan. Seperti penyediaan sarana bagi musisi yang ingin memperdengarkan karyanya, atau para seniman dan ahli desain yang ingin memajang hasil karyanya. Mereka juga siap untuk mendukung dunia pendidikan, dengan menggeratiskan dan membimbing siswa kejuruan untuk magang. Intinya komunitas ini ingin merangkul bidang - bidang kreatif lain untuk saling bersinergi dan memajukan terus Kota Malang Tercinta. Dukung terus brand – brand lokal untuk terus berkarya. 
Share:

Saturday, June 4, 2016

Menikmati Profesi di Sawah Desa

Sawah adalah tempat dimana jutaan biji padi ditumbuhkan melalui proses dan kesabaran tingkat tinggi. Sementara seorang PETANI adalah arsitek dibalik hasil karya yang menjadi cikal bakal sumber pangan tersebut. Berprofesi sebagai petani tidaklah semudah yang dibayangkan, butuh kecerdasan yang mumpuni untuk melakukan riset dan rekayasa pangan. Harus berteman dengan alam dan paham betul bagaimana bertindak cepat dalam melakukan proses produksi. Terkadang ada ikatan emosi antara petani, alam, dan kumpulan tumbuhan padi tersebut. Bukan hanya sekedar mencari uang, lebih dari itu sawah adalah tempat untuk mencurahan semua ide dan kasih sayang seorang PETANI. Bahkan ada yang menganggap sawah sebagai tempat rekreyasi dikala penat memenuhi, sementara bonusnya adalah fisik yang kuat serta jiwa yang sehat dari beraktifitas diladang kehidupan tersebut.


Gelar PAHLAWAN PANGAN seharusnya layak disandang oleh PETANI atas kerja keras dan hasil karyanya.

Sebuah profesi yang membutuhkan jam terbang panjang dan menjadi tumpuan jutaan orang dalam hal pangan nasional bahkan internasional. Mereka meralakan tenaga,hati dan fikiran mereka pada setiap butir padi hingga menjadi beras yang berakir pada nasi putih bergizi tinggi.

































Share:

Sunday, November 8, 2015

NOV.ART Pameran Seni Universiatas Negeri Malang



November Art atau yang dikenal dengan sebuatan NOV.ART merupakan sebuah pagelaran seni yang menampilkan hasil karya kreatifitas mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM). Sebanyak 60 buah karya dua dan tiga dimensi dipamerkan pada acara ini (6/11/2015). Acara yang dislenggarakan setiap dua tahun sekali ini diadakan sebagai wadah untuk mengapresiasi  karya – karya mahasiswa, kususnya mahasiswa jurusan seni dan desain UM. Namun secara umum acara ini tingkatnya adalah nasional, oleh karenan itu karya – karaya yang di pamerkan tidak hanya dari UM saja. Kurang lebih ada 25 Karya mahasiswa luar yang ikut tampil di NOV.ART ini. Mereka berasal dari Jakarta, Bandung,  Yogyakarta, dan Makasar.





Karya – karya yang ditampilkan sungguh luar biasa. Cita rasa seni sangat terasa ketika kita memasuki ruang pameran tersebut. Dengan dukungan penchayaan yang kas lukisan seolah – olah hidup dan dengan indah memanjakan mata setiap pengunjung. Banyak diantara pengunjung yang melakukan foto selfie karena saking terpukaunya dengan karya – karya luar biasa tersebut. 






Dengan harga tiket massuk geratis tentu pagelaran NOV.ART semakin menambah antusias pengunjung. Semoga acara - acara seperti ini selalu diadakan rutin sebagai bentuk pengenalan seni kepada semua masyarakat, pelajar, dan setiap orang.
Share: