Pulau Tabuhan, Pulau Kecil di Ujung Timur Jawa yang Mendunia


Banyuwangi yang terkenal dengan sloganya Sunrise of Java banyak memiliki tempat - tempat indah dan mempesona. Kabupaten yang terletak di ujung timur pulau Jawa ini seakan menyediakan paket lengkap untuk kita jelajahi. Mulai dari Taman Nasional Baluran, Alas Purwa, Api Biru Kawah Ijen, dan Pantai - Pantai yang berderet dari selatan hingga timur. Ada salah satu tempat yang menjadi kebanggaan Banyuwangi di kancah internasional. Namanya adalah Pulau Tabuhan. Meskipun terpisah dari daratan besar Pulau Jawa. Secara administratif pulau ini masih berada dibawah wilayah Desa Brangsing, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi. Pulau Tabuhan berada persis di selat Bali. Berbatasan langsung dengan Taman Nasional Bali Barat dan Pulau Menjangan yang lebih dulu terkenal.

Baca petualangan sebelumnya edisi    Menjelajah Pulau Menjangan (Taman Nasional Bali Barat)  

Masih dalam serangkaian kegiatan ekspedisi selat Bali. Saya bersama tim bertolak dari Pulau Menjangan menuju Pulau Tabuhan. Sekitar pukul dua siang perahu kami mulai bergerak menembus hujan di perairan selat Bali. Angin yang berhembus kala itu membuat air laut yang semula tenang berubah menjadi gelombang. Cuaca di Bulan Februari ini memang cukup sulit untuk diprediksi, dan cenderung kurang bersahabat untuk sebuah petualangan. Walaupun begitu kami masih bertekad untuk singgah di Tabuhan. 



Disepanjang perjalanan kami mendapati nelayan yang sedang sibuk menangkap ikan. Padahal cuaca kala itu menurut saya bisa dikatakan ekstrim. Beberapa kali perahu kami sempat miring dan bergoyang - goyang hebat. Langit yang menghitam dan gelombang tinggi tentu akan membuat takut siapapun yang baru mengenal lautan. Sementara nelayan tersebut tetap santai seorang diri diatas perahu. Melakuakan aktifitasnya seperti biasa, bahkan sempat melempar senyum kepada kami.

Menjejakan Kaki di Pulau Tabuhan
Beberapa menit berlalu, perahu yang kami tumpangi semakin mendeketi pulau tujuan. Sebuah marcusuar tua terlihat kokoh menjulang keatas. Marcusuar tersebut merupakan peninggalan tentara jepang di masa penjajahan. Selain indah pulau Tabuhan juga memiliki nilai sejarah yang cukup penting. Semakin dekat dengan pulau warna airnya semakin bersih bahkan bisa disebut bening. Gradasinya benar - benar menakjubkan padahal waktu itu sendang mendung. 



Terlihat bercahaya dan kontras dengan air laut disekelilingnya. Hanya ada dua perahu yang bersandar, namun diujung pulau terlihat beberapa tenda yang sudah didirikan. Mungkin orang - orang itu sudah jauh - jauh hari merencanakan perkemahan. Kesan pertama yang saya rasakan adalah bersih. Ya Pulau ini super bersih, tidak ada sampah sedikitpun. Perahu kami parkir tepat di depan gubuk -gubuk bambu yang menghadap pantai. Di gubuk - gubuk bambu tersebut biasanya ditempati oleh penjual gorengan, sayang saya tidak dapat menjumpainya waktu itu. Di bagian tengah sampai pinggir pulau terdapat pohon - pohon hijau yang teduh. Semak - semak  liar yang tumbuh juga menambah suasana semakin sejuk. Pulau seluas lima hektar ini memiliki pasir putih yang melingkar. Sangat memungkinkan untuk kita jelajahi, atau minimal berkeliling pulau. 

Di sebelah timur terdapat ayunan lengkap dengan papan nama bertuliskan identitas pulau. Layaknya melihat kaca bening, pandangan mata dapat langsung menembus dasar air yang berada di sekitar pantai. Berenang atau sekedar bermain air di pulau ini adalah moment yang banyak diburu para  pecinta perjalanan. Kita juga bisa snorkling ria di sekitar Pulau Tabuhan ini. Keindahan trumbu karang dan ikan - ikannya tidak kalah cantik dengan pulau sebelah.




Yang Membuat Pulau Tabuhan Terkenal
Tidak hanya mempesona dari segi keindahan alamnya, Tabuhan juga dinobatkan sebagai tempat selancar layang dan selancar angin terbaik di Indonesia. Berawal dari peselancar layang asal belanda yang mengetahui potensi angin di Tabuhan, kini nama Tabuhan semakin dikenal di kalangan pecinta olahraga bahari.  Dengan kecepatan angin berkisar 20-30 knot, pulau ini bahkan sudah di akui secara internasional. Yang unik angin kencang disini selalu ada setiap saat tanpa harus lama menunggu, hal inilah yang menjadikanya istimewa dan berbeda dengan Yang ada di Bali. Mengetahui hal tersebut Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga semakin gencar mempromosikan Pulau Tabuhan. Salah satunya dengan mengadakan event tahunan bersekala internasional. Event rutin bertajuk “Summer KiteSurf Camp” selalu ramai diikuti peselancar manca negara.


Meskipun gerimis menemani kami ketika bertamu di Tabuhan. Saya tetap saja terpukau ketika menapaki langkah demi langkah pantainya yang bersih. Mungkin lain waktu bisa menginab sehari atau dua hari di pulau alami ini. Melihat matahari terbit dan terbenam, mengamati bintang - bintang di keheningan malam mungkin menjadi catatan yang wajib diagendakan.

A post shared by Zuhri Wafa (@zuhri.wafa) on


Tempat yang menakjubkan lengkap dengan suasana romantis ini terpaksa harus kami tinggalkan sebelum gelab datang. Perahu kembali menjauh dan siap menuju pantai Grand Watu Dodol tempat dimana kami harus transit sebelum pulang. Salam Hangat dari Banyuwangi ……
Share: