Minggu, 04 September 2016

Menikmati Malam dan Suasana Pagi di Pantai Balekambang



Balekambang adalah nama sebuah pantai yang berada di bagian selatan Kabupaten Malang. Tempat ini menawarkan pemandangan unik berupa pura yang berada disebuah pulau kecil didekat pantai. Banyak yang menyebutnya sebagai tanah lot-nya Jawa, karena memang banyak kemiripan, mulai dari pemandangan hingga sosial budayanya. Lokasinya berada di Dusun Sumber Jambe, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Kurang lebih 65 kilometer kearah selatan dari kota Malang. Pada 27 Mei 2016 kami berkesempatan mengunjungi pantai Balekambang dengan melakukan perjalanan malam, menginap dan menikmati pagi di pinggir pantai yang eksotis tersebut. 

Perjalanan Menuju Pantai Balekambang
Perjalanan dimulai dari pusat kota Malang, dengan beranggotakan 8 orang dan 4 motor kami bergegas melakukan ekspedisi mini. Tujuan awal adalah menuju ke tempat sahabat kami yang kebetulan dekat dengan lokasi. Sore itu suasana lalulintas ke arah kepanjen lumayan padat merayap. Belum lagi ditambah dengan grimis yang semakin menambah manis perjalanan kami. Rombongan sempat terpisah karena kemacatan yang membuat sulitnya koordinasi antar anggota. Kami terpisah hampir setengah jam, namun rute meuju Balekambang lumyan mudah banyak papan penunjuk jalan yang selalu membantu setiap waktu. Beruntung masih ada telepon saluler yang akhirnya bisa mempersatukan kami kembali di daerah Gondanglegi.
Dokumentasi Perjalanan Menuju Pantai Balekambang
Kami memutuskan untuk menepi di emperan toko sembari menanti beberapa teman kami yang masih terpisah. Istirahat sebentar dan menikmati jajanan ringan di sore hari membuat suasana hangat semakin terasa. Sebelum menjelang magrib motor sudah melaju santai memasuki Kec. Bantur, namun kami harus terhenti lagi karena hujan tiba - tiba deras mengguyur jalanan. Perjalanan akhirnya berlanjut setelah hujan reda, hingga sampailah kami dirumah persinggahan tepatnya di desa Bledongan. Ya kami lumayan lama istirhat di tempat tersebut, dan sesuai rencana akan melanjutkan ekspedisi tepat jam 12 malam. 

Ekspedisi Malam 
Dengan dipandu sahabat kami yang sudah sangat hafal rute Balekambang, kami mulai menyusuri kegelapan menuju lokasi. Jalan yang berliku, menanjak, dan dingin malam menjadi saksi bisu perjalanan. Suasananya lumayan sepi, namun iring - iringan motor yang kami tumpangi cukuplah untuk memecah keheningan di daerah pegunungan tersebut. Harus ekstra hati – hati bekas hujan dan grimis yang masih  terasa membuat jalan sedikit licin. Jarak yang kami tempuh masih lumayan panjang, masih ada puluhan tanjakan dan tikungan tajam yang hatus ditaklukkan.
Suasana Perjalanan di Malam Hari
Suara jangkrik dan desiran angin malam terdengar seperti musik rileksasi. Terkadang ada beberapa mobil yang melintas tapi bisa dihitung jari. Beruntung perjalanan kali ini berlangsung aman, bahkan mendekati pintu masuk Balekambang cuaca berubah cerah yang ditandai dengan banyaknya gugusan bintang yang menawan.

Asiknya Bermalam di Pinggir Pantai
Motor beriringan dengan rapi memasuki kawasan wisata, berjalan pelan sambil mencari lokasi yang tepat untuk kami singgahi. Akhirnya kami berhenti di ujung pantai yang berbatasan langsung dengan batu besar. Ternyata batu besar tersebut adalah akses menuju pura yang katanya mirip dengan tanah lot. Suara ombak pantai di kegelapan terasa sangat besar. Kami harus selalu waspada minimal jaga jarak aman dari ganasnya ombak di malam hari. Pasir sedikit basah, namun tenda harus tetap berdiri untuk tempat berteduh. Beberapa karpet digelar untuk menutupi pasir yang basah. Tenda pun berdiri dengan sederhana, menghadap laut dengan halaman pasir pantai yang dingin. Acara selanjutnya adalah bakar jagung, beberapa anggota mulai sibuk mempersiapkan bahan dan peralatan pendukung lainya.
Tenda Sederhana Untuk Berteduh
Acara Bakar Jagung di Pantai Balekambang
Jagung Bakar Yang Siap Menggoda 
Ada yang mengumpulkan batu, membuat tungku sederhana, membuat api dari arang, mempersiapkan jagung manis, ada juga yang sibuk membuat foto dokumentasi. Api menyala semua anggota berkumpul mengelilingi sumber kehangatan tersebut. Jagung manis yang masih mentah mulai di masukan kedalam arang yang sudah berwarna merah membara. Sembari menungu jagung bakar, kami asik bercengkrama dengan diiringi musik santai dari speker handphone. Aroma jagung bakar sudah mulai menggoda, tanpa menunggu komando semua jagung manis sudah ludes disantap. Acara bakar jagung berlanjut dengan sesi istirahat, yaitu tidur dipantai menghadap langsung bintang - bintang yang sedari tadi bersinar terang. Menikmati suasana pantai di malam hari dengan sahabat - sahabat tercinta  menjadi kenagan tersendiri yang selalu menarik untuk dikenang.


Suasana Pagi di Pantai Balekambang
Ketika subuh menjelang kami sudah siap dengan aktivitas bersih diri dan mempersipakan mata untuk melihat surga dunia. Di pantai Balekambang terdapat tiga pulau kecil yaitu ismoyo, anoman dan wisanggeni yang letaknya hanya 100 meter dari bibir pantai. Sementara posisi tenda kami berada tepat di depan pulau Ismoyo. 
Suasana Pagi di Pantai Balekambang
Pulau Ismoyo ini yang menjadi primadonanya karena terdapat pura megah dengan keindahan yang luar biasa. Kita bisa menyebrangi pulau lewat jembatan penghubung yang terlihat memanjang diatas air laut. Dari jembatan ini kita dapat dengan mudah mengeksplorasi keindahan balekambang. Tak mau membuang kesempatan kami langsung menuju pura. Mentari masih terlihat samar dengan udara pagi khas pantai dan kami sangat menikmati setiap langkah diatas jembatan tersebut. 
Jembatan yang menghubungkan  Pantai Balekambang dengan Pulau Ismoyo


Pulau Anoman Tampak dari Kejahuan
Air laut bening di bawah jembatan

Seakan tidak percaya dengan keindahan yang sedari tadi kami pandangi. Apalagi pagi itu Susana pantai masih sepi hanaya beberapa orag saja yang tampak. Dari pura ini kami melihat hamparan pasir putih yang memanjang. Tempat yang super bersih dan air laut yang berwarna biru muda terlihat segar dari atas tebing pulau Ismoyo. Hampir satu jam lebih kami berada di atas pulau ismoyo melihat sunrise dan menikmati angina sepoi - sopoi. 



Kemegahan Pura di Pulau Ismoyo
Pemandangan Pantai Balekambang

Kami kembali menuju tenda dan melanjutkan sesi kedua dengan beranang di pantai. Air laut yang segar seakan menahan kami untuk berlama - lama, bermain dan menikmati ombak besar yang aduhai. Bebera orang lebih memilih tiduran di pasir dengan menatap awan biru. Sebagian lagi ada yang ngopi di café – café dekat pohon kelapa.  Pantai yang luas dan bersih dengan suasana yang masih nyaman benar – benar menjadi kenangan baru yang layak untuk kami ceritakan. Fasilitas yang lumayan lengkap dan didukung dengan adanya sinyal hp yang kuat tentu tempat ini menjadi favorit bagi semua orang. 




Share:
Posting Komentar